Senin, 18 Oktober 2010

hanya tak mudah bagiku, tentang

semburat senumm, mendatang dalam mimpi biru
tentang mimpi itu kau yang yang lelap tanpa bayang ada

tentang itu, ketika kaumengecup bibirku sebagai tanda terakhir kau mati.

aku dan tentang waktu itu.

Kamis, 16 September 2010

buram

segala ada
untuk neraka yang lahir esok
mengguncah dahaga dalam dermaga.

Jumat, 16 Juli 2010

Gemuruh

dari telinga kiri, angin yang kencang
bergumpal awan hitam
kemilau yang sesekali menyambar dengan suara besar,
mataku, mata hari, atau matamu
yang kuramal dalam mimpi, jajaran nisan.

gemuruh datang menyapaku
hanya kunang-kunang, kado itu

dan rintik air mata, tak ada lagi dzikir
semua bisu, malaikat terbelenggu

dan di manakah tuhan?

hanya pencarian air hujan
debu terhapus, riam menyapu

dan aku dimana?

hanya arus yang penuh dengan karang
deras terhempas, hanyut menepi

hanya kelokan, ada terarah
selamat atau tertanam?

tuhan ada di mana?

hanya desah, khayalan itu.

Selasa, 15 Juni 2010

angin candi

-yang ku cari dari mu-

hanya sosok belur yang menghijau lelumutan
tak sedikitpun relung dindingmu jatuh dari hati ini
menyesat jauh dalam fragmen relief, dan hujan menerpa

seperti hari kemaren, kau memelukku, menciumku
teramat sangat, dan bias hari ini.

Jumat, 14 Mei 2010

Personal

dengan bibirmu, mimpiku mengecup segala helai bidadari menyengat dan menyesat
lewat sintemen bibirmu aku ocehkan segala kata carut dan marut
kita perang dalam air bibirmu dan bibirku mengeces dan berkecup

gemulai bibirmu mengundang sahwat para pelawan pahala

lelap dan gelap menghampiri relung benih yang keruh
lelap dan gelap bartautan dalam histeris blues

hahahaha...........
yang kau kirim lewat sms
personal sahwatku.

Kamis, 22 April 2010

Lentera Sang Bingkai

yang tertata rapi di atas lemari masa lalu
membeku buram bak bias cinta kita,
putus karna kesalahan.

yeng berjajar di selah mataku
dia, dia yang lelap kecut bak mataku mataku yang semakin rabun
tua karna waktu

yang menepis, yang bekam, bahkan mendengkur
karna tervonis alam tentang kau dan aku terbatas garis hati

hanya bingkai yang kusiapkan dari photo kita
lalu, kini...

"Perpisahan."

itulah yang kuteriakan

sang bingkai album kelanaku....

Alek Brawijaya
sekayu, 2010

Senin, 05 April 2010

Luka Masa Lalu


jarijari terik matahari lelap bak temaram
pelana melembab kabut sembilu
luka menggores debu dan mengental dendam
dalam lugu yang berdiri rapuh

sayatan fragmen awan