Senin, 11 Mei 2009

Kedewasaan Ku

proses kelaziman bertumbuh semakin besar
getaran pikir berdenyut terus dan tambah kencang
tak tentu langkah ini !
kadang ada tanya .........

saat kepercayaan bahwa aku telah bisa terbang dengan bebas
aku terhanyut........

bermacam sistem yang dipermainkan
aku terlibat setengah / setengah

jalan yang lurus ini sedikit terbengkok
dari senyawa alam yang dimainkan
dan hanya mengetahui surga dunia sejenak
acapkali aku terliur dan mencoba tiga isapan , kepalaku pusing
lapisan pikiranku menurun

setelah itu aku sadar akan warna hitam yang menyelinap disegala sarap akan bahaya

kehampaan dalam bulan membangun jalan akan lurus kembali
mengelak ajak dan berpaling lurus

pukulan yang mengelak ajak terus melukaiku
dan disitu jalan palingku adalah benar
ketetapan dalam putusan

menuju perkataan dari perkataan lazim
tanpa kekerasan jalan hitam itu mengikat rasa
ada ancaman gambaran pada tolakan nanti

aku mencetuskan andil akan pikiran hitam itu
aku tak takut ancaman ini bahwa hanya bual yang berbau sampah

satu keputusan ini adalah hari dimana keajaiban menampakan kenyataannya
bahwa aku telah dewasa

Kamis, 16 April 2009

Sebenarnya bisa

aku kau dan dia adalah peserta pemain rasa
rupa beda berkedok belaka
tak setali yang selalu lurus
ada yang sama ada yang beda

peradu rasa tak menyisa dera
dalam perbandingan kau dan dia
sedangkan aku hanya pengikut

sebenarnya bisa
jikalah batu pecah dan
menerima apa ada

Sabtu, 04 April 2009

Aku

aku adalah laksana abu
yang buram dari insiden
pembakaran massa lalu

aku adalah laksana abu
yang disimpan demi keabadian
langkah yang di bedah jejak-jejak

untuk jalan massa depan

Jumat, 27 Maret 2009

suara pilihan ajakmu

gumam kaku menerjang suara
barisan poster mengajak laku
pilih dan itu yang kau mau

kelemahan kami kau hibur janji
rintih dan siksa kau usap pundak kami
pilih dan itu yang kau mau

sara kau bilang
itu berguna itu suara

kau juga kami harap
kelemahan kami berserah ganti
dari tanganmu kami pinta

ANGKAT BUKTI !

Sabtu, 21 Maret 2009

ILALANG

tarang baku menata desir
dalam kembara liuran embun
berlapis air berlapis ari
menanti jerih cumbuan tebal
jarak waktu
menuju rapuh menuju renta
angin menerpa
melandas pergi dari
lintasan ilalang berkelana jua
melayang tenang dalam jalan
lintasan sejenak nihil
mantap tanpa arah gayah suara
tak tahu mengapa ?
mungkin sudah tiba jalan singgah
hanya menyala kata peminta

Minggu, 22 Februari 2009

Undangan Kematian

5000 gambar awan
bergerak lambat
di kelopak mataku

nyata buaram tergores sendu
tulisan rintik-rintik hujan
mengguyur sepi
di atas buyut

uarat-urat pegal
menemani lembek dakian tebing

lapangan luas diatas langkah
terkepung karet
menghujam gerak

kata orang
itu tempat tenang !
yang di penuhi tanah kuning
habis galian
gak tahu untuk siapa........?

buyut namanya
beberapa meter
dari pangkalan singgah
yang tajam gerak liku jalan

menanti tiba sang darah
menyala menincar nyawa !

Selasa, 03 Februari 2009

Batu Khayal



Telah kutemukan nyawa arti
dari goyahnya pekik yang beriak

berlari dari dari perkataan
sembunyi dalam semua

kubuka cahaya nyawa berkejar-kejar!!!!!!!!!!

Telah kutemukan arti kaku
dari bibir yang berkata

bergetar ria dengan kuasa
kaku telah terbelakang arti telah terang

Ah.....sungguh susah mengembara
Ala hasil kudapatkan juga......

Telah kutemukan batu khayal
kumasuki goa pikir yang tak berarah

kujelajahi nyawa penyesuaian
kuambil nyawa khayalan

dari batu kericuan

Telah kutemukan jaminan arti
semua telah matang

jalan pikiranpun terjalin terang
dari hasyratpun senang dan riang

tak akan mungkin berpaling dari jalan......
semua yang kekang sudah tenang