aku kau dan dia adalah peserta pemain rasa
rupa beda berkedok belaka
tak setali yang selalu lurus
ada yang sama ada yang beda
peradu rasa tak menyisa dera
dalam perbandingan kau dan dia
sedangkan aku hanya pengikut
sebenarnya bisa
jikalah batu pecah dan
menerima apa ada
Kamis, 16 April 2009
Sabtu, 04 April 2009
Aku
aku adalah laksana abu
yang buram dari insiden
pembakaran massa lalu
aku adalah laksana abu
yang disimpan demi keabadian
langkah yang di bedah jejak-jejak
untuk jalan massa depan
yang buram dari insiden
pembakaran massa lalu
aku adalah laksana abu
yang disimpan demi keabadian
langkah yang di bedah jejak-jejak
untuk jalan massa depan
Jumat, 27 Maret 2009
suara pilihan ajakmu
gumam kaku menerjang suara
barisan poster mengajak laku
pilih dan itu yang kau mau
kelemahan kami kau hibur janji
rintih dan siksa kau usap pundak kami
pilih dan itu yang kau mau
sara kau bilang
itu berguna itu suara
kau juga kami harap
kelemahan kami berserah ganti
dari tanganmu kami pinta
ANGKAT BUKTI !
barisan poster mengajak laku
pilih dan itu yang kau mau
kelemahan kami kau hibur janji
rintih dan siksa kau usap pundak kami
pilih dan itu yang kau mau
sara kau bilang
itu berguna itu suara
kau juga kami harap
kelemahan kami berserah ganti
dari tanganmu kami pinta
ANGKAT BUKTI !
Sabtu, 21 Maret 2009
ILALANG
tarang baku menata desir
dalam kembara liuran embun
berlapis air berlapis ari
menanti jerih cumbuan tebal
jarak waktu
menuju rapuh menuju renta
angin menerpa
melandas pergi dari
lintasan ilalang berkelana jua
melayang tenang dalam jalan
lintasan sejenak nihil
mantap tanpa arah gayah suara
tak tahu mengapa ?
mungkin sudah tiba jalan singgah
hanya menyala kata peminta
dalam kembara liuran embun
berlapis air berlapis ari
menanti jerih cumbuan tebal
jarak waktu
menuju rapuh menuju renta
angin menerpa
melandas pergi dari
lintasan ilalang berkelana jua
melayang tenang dalam jalan
lintasan sejenak nihil
mantap tanpa arah gayah suara
tak tahu mengapa ?
mungkin sudah tiba jalan singgah
hanya menyala kata peminta
Minggu, 22 Februari 2009
Undangan Kematian
5000 gambar awan
bergerak lambat
di kelopak mataku
nyata buaram tergores sendu
tulisan rintik-rintik hujan
mengguyur sepi
di atas buyut
uarat-urat pegal
menemani lembek dakian tebing
lapangan luas diatas langkah
terkepung karet
menghujam gerak
kata orang
itu tempat tenang !
yang di penuhi tanah kuning
habis galian
gak tahu untuk siapa........?
buyut namanya
beberapa meter
dari pangkalan singgah
yang tajam gerak liku jalan
menanti tiba sang darah
menyala menincar nyawa !
bergerak lambat
di kelopak mataku
nyata buaram tergores sendu
tulisan rintik-rintik hujan
mengguyur sepi
di atas buyut
uarat-urat pegal
menemani lembek dakian tebing
lapangan luas diatas langkah
terkepung karet
menghujam gerak
kata orang
itu tempat tenang !
yang di penuhi tanah kuning
habis galian
gak tahu untuk siapa........?
buyut namanya
beberapa meter
dari pangkalan singgah
yang tajam gerak liku jalan
menanti tiba sang darah
menyala menincar nyawa !
Selasa, 03 Februari 2009
Batu Khayal

Telah kutemukan nyawa arti
dari goyahnya pekik yang beriak
berlari dari dari perkataan
sembunyi dalam semua
kubuka cahaya nyawa berkejar-kejar!!!!!!!!!!
Telah kutemukan arti kaku
dari bibir yang berkata
bergetar ria dengan kuasa
kaku telah terbelakang arti telah terang
Ah.....sungguh susah mengembara
Ala hasil kudapatkan juga......
Telah kutemukan batu khayal
kumasuki goa pikir yang tak berarah
kujelajahi nyawa penyesuaian
kuambil nyawa khayalan
dari batu kericuan
Telah kutemukan jaminan arti
semua telah matang
jalan pikiranpun terjalin terang
dari hasyratpun senang dan riang
tak akan mungkin berpaling dari jalan......
semua yang kekang sudah tenang
Minggu, 18 Januari 2009
Malam Pertama

Dari lirik mutiara tertuju bening yang berkilau
tersaring kata dan langkah
tahap menerobos jalinan rasa
perkara-perkarapun saksi dari kejadian
tentang terhimpunnya cinta
Kita berawal..........
rasa suka dalam keluguan
jalan yang terlewat sangat terang
lintasan suci berhalang rintang dalam jarak
kerapnya aku membangun benteng untukmu
Kau , aku setuju...........
langkah tanpa gegabah kita nikah
dari sejarah lalu kita buka tirai baru
sejarah tak terlupakan
Malam pertama..........
hanya suara kau dan aku
dan sepi mengintai rahasia
dari tabu dan misteri sanggama
dalam rayuan , bercengkerama bercanda gurau
kubujuk dan kucumbu
Aku menimbang keselarasan
tuk mendapatkan keserasian
dari engkau kau ku bergaul dan
bercinta tuk jadikan sejarah
Kuberikan engkau ekpresi cinta yang tinggi dan
disitupun kutemukan fisik dan emosi secara total
hingga rangsangan keluar
sampai mencapai hajat yang larut
Langganan:
Postingan (Atom)